Urgensi Pengaturan Jabatan Wakil Kepala Daerah Dalam Uud 1945 Untuk Memperkuat Sistem Pemerintahan Daerah
DOI:
https://doi.org/10.29303/kompilasihukum.v10i2.76Keywords:
Legitimasi Konstitusional; Pemerintahan Daerah; UUD 1945; Wakil Kepala Daerah.Abstract
Ketiadaan pengaturan eksplisit mengenai jabatan wakil kepala daerah dalam UUD 1945
menimbulkan persoalan legitimasi konstitusional yang berdampak pada ketidakseimbangan
relasi kekuasaan, rivalitas politik, serta inefektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Karena hanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, jabatan ini bersifat
delegatif sehingga kedudukannya lemah dan rentan mengalami perubahan sesuai dinamika
politik. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan,
konseptual, dan historis, penelitian ini menemukan bahwa ketiadaan dasar konstitusional
telah menciptakan kekosongan struktural dalam desain kelembagaan daerah. Oleh sebab
itu, pengaturan konstitusional menjadi sangat mendesak untuk memperjelas kedudukan,
fungsi, dan kewenangan wakil kepala daerah, serta mengharmoniskan kembali hubungan
kelembagaan antara kepala daerah dan wakilnya. Penelitian ini merekomendasikan agar
UUD 1945 secara tegas mengatur keberadaan jabatan tersebut sekaligus membangun atribusi
kewenangan yang tidak bergantung pada pendelegasian kepala daerah serta memperkuat
mekanisme pengisian jabatan guna menjamin kesinambungan pemerintahan. Melalui
penguatan konstitusional tersebut, diharapkan tercipta sistem pemerintahan daerah yang
lebih stabil, akuntabel, dan efektif.
References
Akmal, D. U. (2023). SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA DAN BELANDA:
ANALISIS PERBANDINGAN. Jurnal Ilmiah Hukum dan Keadilan, 10(2), 12-
28.
Ananda, A. I. (2025). THE POSITION AND IMPLICATIONS OF TESTING MPR/S
DECISIONS IN THE INDONESIAN STATE SYSTEM. NOMOI Law Review,
6(1), 53-63. https://doi.org/10.30596/nomoi.v6i1.23797
Ananda, A. I., & Haerani, Y. (2025). The State’s Right to Control and Local Government
Authority in the Mining Sector: A Legal-Policy Research. Administrative and
Environmental Law Review, 6(1), 33-34. https://doi.org/10.25041/aelr.v6i1.4079
Bait, P. M., & Neonbeni, R. V. (2022, July 20). Kedudukan Wakil Kepala Daerah Dalam
Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia. Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik,
4(2), 109-114. https://doi.org/https://doi.org/10.55542/saraqopat.v4i2.318
Chandranegara, I. S., Bakhri, S., & Umara, N. S. (2020). Optimalisasi pembatasan dana
kampanye pemilihan umum kepala daerah sebagai pencegahan investasi politik
yang koruptif. OLD WEBSITE OF JURNAL MIMBAR HUKUM, 32(1), 30-54.
https://doi.org/10.22146/jmh.47512
Darmawan, Dwiky Arief, and Andy Usmina Wijaya. (2024). Teori Opened Legal Policy
Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023. Gorontalo
Law Review 7(1), 111-125. https://doi.org/10.32662/golrev.v7i1.3355
Dewa, M. J., Sinapoy, M. S., Sensu, L., Tatawu, G., Haris, O. K., & Bidati, B. (2022).
Analisis Hukum Pengisian dan Pengusulan Wakil Kepala Daerah dalam Sistem
Pemerintahan. Halu Oleo Legal Research, 4(2), 183–201. https://doi.org/10.33772/
holresch.v4i2.50
Fikri, A. F., Tikoto, A. H. A., & Afrianto, A. (2025). Disharmonisasi Kepala Daerah dan
Wakilnya di Indonesia: Literatur Review. Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan
(JPK), 6(2), 92–106. https://doi.org/10.18196/jpk.v6i2.24088
Gani Wardhana, A. F., Yuniar Riza Hakiki, & Diva Febrina Nurcahyani Rahman. (2024).
Perkembangan Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah: Studi
terhadap Pelaksanaan Urusan Pembinaan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 31(1), 76–98. https://doi.org/10.20885/iustum.
vol31.iss1.art4
Hariansah, S., & Agustian, R. A. (2022). Ambiguitas dan Inkonsistensi Kedudukan
serta Kewenangan Wakil Kepala Daerah dalam Sistem Pemerintahan Daerah.
PROGRESIF: Jurnal Hukum, 16(1), 114-129. https://doi.org/10.33019/progresif.
v16i1.2849
Harsasto, P. (2020). Desentralisasi dan Resentralisasi: Upaya Menyeimbangkan
Pendulum Pusat-Daerah. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 5(2), 149-162.
https://doi.org/10.14710/jiip.v5i2.8593
Hasra, S., Priskap, R., & Yarni, M. (2024). Wakil Kepala Daerah Dalam Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah. Limbago: Journal of Constitutional Law, 4(3), 387-401.
https://doi.org/10.22437/limbago.v4i3.34103
Ibnususilo, E. (2024). Problematika Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah 441
E-ISSN 2598-6414, P-ISSN 2502-5333
Secara Langsung Atau Tidak Langsung Dalam Prespektif Demokrasi. UIR Law
Review, 8(2), 11-22. https://doi.org/10.25299/uirlrev.2024.vol8(2).19473
Juanda, J., & Juanda, O. (2022). Pengangkatan penjabat kepala daerah menghadapi
Pilkada Serentak 2024 dalam perspektif hukum tata negara. Jurnal Keamanan
Nasional, 8(1), 192-219. https://doi.org/10.31599/4hg54a38
Kusuma, M. T., Rohmah, E. I., Muwahid, & Mubarok, N. (2022). Pengisian Kekosongan
Jabatan Kepala Daerah Menjelang Pemilihan Serentak 2024. Sosio Yustisia:
Jurnal Hukum Dan Perubahan Sosial, 2(2), 1–33. https://doi.org/10.15642/sosyus.
v2i2.200
Labolo, M. (2020). Disfungsi Peran Wakil Kepala Daerah Dalam Dinamika Hubungan
Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Di Indonesia. Jurnal Keadilan Pemilu,
1(3), 29-42. https://doi.org/10.55108/jkp.v1i3.160
Lekipiouw, S.H. (2020). Konstruksi Penataan Daerah dan Model Pembagian Urusan
Pemerintahan. SASI, 26(4), 557-570. DOI: https://doi.org/10.47268/sasi.v26i4.414.
Lobubun, M., Raharusun, Y. A., & Anwar, I. (2022). Inkonsistensi Peraturan Perundang-
Undangan Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Jurnal
Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 294-322. https://doi.org/10.14710/jphi.
v4i2.294-322
Ma’arij, A. (2020). Analisis Penerapan Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia 1945 Terhadap Pelaksanaan Pemerntahan Daerah. TAJDID: Jurnal
Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 4(2), 194-206. https://doi.org/10.52266/
tadjid.v4i2.522
Maranjaya, A. (2022). Implikasi Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung. Jurnal
Sosial Teknologi, 2(3), 250–261. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v2i3.308
Muhamad Habibullah AR, Nopan Harnata, & Windy Adiska Irani. (2025). Penerapan
Konstitusi Sebagai Objek Kajian Hukum Tata Negara di Indonesia. Hutanasyah
: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(1), 33–52. https://doi.org/10.37092/hutanasyah.
v4i1.1284
Muhammad Rizqi Afandi, Ardiansyah, & Kamdani. (2025). Otonomi Daerah sebuah
Kajian Literature Review. Journal of Literature Review, 1(1), 211-217. https://doi.
org/10.63822/e50m4s79
Prihatiningtyas, W. (2018). KONSTITUSIONALITAS MODEL PENGISIAN JABATAN
WAKIL KEPALA DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN
KEPALA DAERAH (PILKADA). Media Iuris, 1(2), 373–400. https://doi.
org/10.20473/mi.v1i2.8836
Risal, R., & Munawir, L. O. (2021). PEMBAGIAN KEWENANGAN KEPALA
DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN. Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 71–80. https://
doi.org/10.24269/ls.v5i2.3818
Suhendarto, B. P., & Saraswati, R. (2022). Implikasi Hukum Status Kewarganegaraan
Asing Pada Calon Terpilih Dalam Pemilihan Kepala Daerah. Jurnal Pembangunan
Hukum Indonesia, 4(3), 382-401. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i3.382-401
Syaiful Anwar, M., Sari, R., & Satrio, N. (2024). Sistem Penunjukan Penjabat Kepala Jurnal Kompilasi Hukum hlm,
442
442~442
Daerah dalam Perspektif Teori Pengisian Jabatan. Jurnal Hukum In Concreto,
3(1), 72–84. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v3i1.1362
Wahyudi, A., Syam, F., & Mushawirya, R. (2022). Kewenangan Pejabat Pengganti Kepala
Daerah Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Dari Perspektif Peraturan
Perundang-Undangan. Mendapo: Journal of Administrative Law, 3(3), 179–201.
https://doi.org/10.22437/mendapo.v3i3.18714
Yanti, Y., & Nasution, B. J. (2021). Fungsi Wakil Kepala Daerah Dalam Menyelenggarakan
Pemerintahan Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
Tentang Pemerintahan Daerah. Limbago: Journal of Constitutional Law, 1(2),
